Cleaning Service Profesional Jarang Menggunakan Kemoceng, Ini Alasannya

 

Hai Great People, sudah bersih-bersih hari ini? semoga rumah dan kantor kamu selalu bersih ya, agar kamu nyaman dan semakin semangat dalam beraktifitas. Kamu pasti kenal dong dengan alat pembersih yang kita bahas ini? ya, kemoceng! alat pembersih debu yang satu ini bisa kita temui hampir di setiap rumah.

Sebagian orang menganggap kemoceng menjadi peralatan yang praktis untuk digunakan dalam pembersihan perabot dan aksesoris rumah tangga yang memiliki banyak lekukan seperti lukisan, lemari, jam dinding dan berbagai aksesoris rumah tangga lainnya. Dengan bulu-bulunya yang lembut, alat ini dapat membersihkan debu hanya dengan sekali kibasan saja.

Kemoceng sudah di patenkan oleh seorang perempuan asal Amerika bernama Susan Hibbard pada tahun 1876, ia berhasil memiliki hak paten tersebut setelah memperebutkannya dengan George Hibbard yang tidak lain adalah suaminya sendiri. Awalnya kemoceng terbuat dari bulu unggas dan kini kemoceng berkembang dan memiliki bahan yang berfariasi seperti rafia, bulu sintetis, hingga microfiber.

Namun apakah pernah terpikirkan kenapa kemoceng ini jarang digunakan oleh petugas kebersihan profesional?

Satu-satunya hal yang perlu disadari ketika menggunakan kemoceng adalah bahwa sebagian bahan dari alat ini tidak mengikat debu, yang akhirnya hanya memindahkan debu dari satu tempat ke tempat lain dalam ruangan yang sama. Dengan kata lain sebagian debu yang di kibaskan oleh kemoceng beterbangan di udara dan akan mengendap ditempat lain selang beberapa waktu kemudian, alasan inilah yang membuat kemoceng dianggap tidak effektif sehingga jarang digunakan oleh petugas kebersihan profesional.

Bagaimana menurut pendapat kamu? silahkan tulis di kolom kementar ya...

Tentang Penulis

Penulis : Adhi Priyawan